Peningkatan publikasi ilmiah dosen menjadi perhatian serius Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan (LP2M) UIN Datokarama Palu. Kepala Puslitpen, Dr. Hatta Fakhrurrozi saat ditemui di ruangannya mengatakan bahwa banyak agenda yang akan dilakukan oleh Puslitpen LP2M untuk meningkatkan jumlah publikasi dosen. Di samping merencanakan kegiatan workshop penulisan karya ilmiah, pelatihan dan pendampingan penulisan karya ilmiah juga menjadi agenda Puslitpen. Untuk mempersiapkan itu semua, puslitpen melakukan beberapa persiapan.
“Hambatan terbesar publikasi kita saat ini adalah tingginya tingkat plagiasi. Tulisan yang memiliki similarity tinggi, yakin aja, tidak akan bisa diterima dan diterbitkan di jurnal-jurnal yang bereputasi baik nasional maupun internasional. Itulah salah satu penyebab stagnansi publikasi para dosen kita. Dan terkadang penulis tidak menyadari bahwa isi artikelnya sama dengan artikel lain, trus disubmit di jurnal, ujung-ujungnya pasti tertolak itu. Olehnya, kami di Puslitpen LP2M selalu memikirkan cara yang bisa mengatasi problem tersebut”. Kapuslitpen menjelaskan.
Sebuah artikel dapat diketahui tingkat similaritynya setelah di cek menggunakan akun turnitin, ithenticate atau software plagiarism checker yang lain. Diperlukan akun khusus untuk bisa login dan menggunakan software-software tersebut, karena semua software tersebut berbayar. Mengenai hal ini Kapuslitpen LP2M memiliki strategi yang belum pernah dilakukan pada tahun masa sebelumnya.
“Kita sebenarnya sudah berlangganan ithenticate, tapi sayang penggunaannya sangat eksklusif dan tidak transparan. Kami mau hilangkan kebiasaan itu dan menggantinya dengan yang lebih transparan dan merata, lha itu dibayar pake dipa kampus kok. Kemarin sudah kami bagikan akun turnitin kepada para pengelola jurnal, yang didapat dari anggaran tahun lalu, tapi ya sifatnya masih temporer. Tahun ini Insyaallah puslitpen akan membeli akun turnitin instruktor melalui lembaga terkait (pihak ketiga), Kami sedang menegoisasikan harganya agar tidak melewati pagu anggaran yang tersedia. Jika proses pembelian sudah selesai, kami akan membagikan akun turnitin pada tiap jurnal dan prodi yang ada di kampus. Tiap jurnal akan mendapat akun turnitin pribadi yang berbeda dengan jurnal lainnya, begitu juga prodi sehingga dapat digunakan untuk mengecek skripsi/tesis/disertasi yang akan diujikan”, Ujar Hatta.
“Ya memang bertahap ya. Jadi mungkin tahun ini hanya pengelola jurnal dan prodi saja yang dibagikan akun turnitin. Tahun depan kita rencanakan akan bekerjasama dengan pihak turnitin untuk pengadaan software turnitin untuk kampus. Jadi skopenya luas, dan penggunanya juga nanti lebih luas tidak hanya dibatasi untuk pengelola jurnal. Dalam hal ini kita mau meniru UGM yang telah lebih dulu memberikan fasilitas turnitin pada dosen dan mahasiswanya. Saya yakin kita bisa juga seperti itu nanti”. Tambah Kapuslitpen.
Sisi lain publikasi ilmiah juga mensyaratkan kebakuan bahasa dan gramatikal, terutama pada publikasi internasional berbahasa asing. Sebagian besar Penulis memiliki keterbatasan dalam keilmuan bahasa asing, yang secara tidak langsung mempengaruhi kualitas sebuah tulisan. Dalam hal ini, kapuslitpen juga telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk membantu para dosen dan penulis dalam mengatasi masalah tata bahasa sebuah artikel.
“Hari ini sudah saya share akun grammarly milik kampus kepada semua civitas akademika UIN Datokarama. Sebenarnya kampus sudah lama berlangganan software grammarly, tapi ya lagi-lagi belum digunakan secara maksimal. Saya yakin hanya sebagian orang saja yang mengetahui kalau kampus sudah memiliki akun grammarly. Hari ini saya share sebagai bentuk show action bahwa pihak kampus mendukung penuh giat publikasi ilmiah di kampus ini. Dan semoga hal ini diterima secara positif oleh semua civitas akademika dalam bentuk penggunaan software tersebut dan peningkatan publikasi mereka”. Hatta menjelaskan sambil berapi-api menghisap rokoknya.
Rupanya kapuslitpen tidak hanya meyiapkan dua strategi diatas untuk mendongkrak karya ilmiah dan publikasi dosen dan peneliti, dia juga merencanakan untuk membeli software lainnya sebagai penunjang.
“Terakhir software yang mau kami adakan adalah quillbot. Software parafrase yang tidak kalah pentingnya dengan dua software diatas. Software ini akan sangat membantu para penulis, terutama dalam memparafrase dan menurunkan skor plagiasinya. Puslitpen masih mempelajari proses pembeliannya. Kita akan langsung beli ke penjualnya langsung secara resmi, tidak lagi kita beli dari tangan kedua atau ketiga, kita akan langsung ke publishernya”. Lanjut Hatta
“Jika ketiga software tersebut sudah dikuasai oleh civitas akademika UIN Datokarama, ditambah lagi dengan Mendeley atau zotero, maka Insyaallah akan kami lanjutkan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan atau workshop. Menulis itu seni, dan membuat seni itu perlu alat. Kalo kita tidak punya alat, maka kita akan kesulitan menghasilkan karya seni yang berkualitas. Grammarly, Quillbot, Turnitin, Ithenticate, Mendeley atau Zotero itu salah satu alat dari sekian banyak alat untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas. Kita akan lakukan semua itu secara bertahap”. Tambah Kapuslitpen