HomeberitaARTIKELFilosofi Pendidikan Perspektif Manajemen Lembaga Pendidikan Tinggi

Filosofi Pendidikan Perspektif Manajemen Lembaga Pendidikan Tinggi

 Pendahuluan

Pendidikan tinggi memainkan peran penting dalam pembentukan intelektual, sosial, dan budaya bangsa. Filosofi pendidikan berkolerasi dengan manajemen lembaga pendidikan tinggi di tingkat global (Arum, R., & Shavit, Y. 2019). Filosofi pendidikan menjadi landasan pengembangan kebijakan dan strategi manajerial pada lembaga pendidikan tinggi. (Biggs, J., & Tang, C. (2011).

  1. Filosofi Pendidikan: Dasar untuk Pembentukan Karakter dan Pemikiran Kritis

Filosofi pendidikan berkaitan dengan pemahaman mendalam mengenai tujuan dan esensi pendidikan itu sendiri. Filosofi pendidikan mempengaruhi kebijakan pengelolaan yang inklusif dan adaptif (Gunter, H., & Forrester, G. (2016). Secara umum, filosofi pendidikan mencakup berbagai pandangan tentang bagaimana pendidikan seharusnya dilakukan, apa tujuan yang ingin dicapai.

Filosofi pendidikan memiliki banyak aliran pemikiran seperti humanistik, pendidikan progresif, atau pendidikan teknokratis. (Hattie, J., & Timperley, H. (2007). Setiap aliran ini memandang peran pendidikan dengan cara yang berbeda. Dalam konteks pendidikan tinggi, filosofi pendidikan, harus mengilhami karakter dan pemikiran kritis sivitas akademika dalam merumuskan tujuan akademik, kurikulum, serta cara pengajaran yang diterapkan.

  1. Manajemen Lembaga Pendidikan Tinggi: Efektivitas dan Efisiensi Pendidikan

Manajemen lembaga pendidikan tinggi adalah suatu sistem yang dirancang untuk mengelola dan mengorganisir seluruh aspek kegiatan pendidikan tinggi. Konsep manajemen pendidikan tinggi yang efektif dan efisien secara filosofis, harus fokus pada kepemimpinan transformatif, kolaboratif dan strategi pengelolaan pendidikan tinggi yang transparan dan berkelanjutan (Kettunen, J. (2020).

Manajemen efektif, menjamin tercapainya visi dan misi lembaga dan keberlanjutan kualitas akademik (Peters, M. A., & Besley, A. C. (2006). Filosofi pendidikan yang dianut harus selaras dengan konsep-konsep manajerial yang efektif dan efisien dan fokus pada manajemen yang kolaboratif dan inklusif (Trowler, P. (2014). Ini mencakup pengembangan sistem manajerial yang mendukung pengajaran berbasis proyek, penelitian, serta kolaborasi antar mahasiswa dan dosen.

  1. Keterkaitan Filosofi Pendidikan dan Manajemen dalam Pengambilan Keputusan

Pada tingkat manajerial, filosofi pendidikan memberikan arah pengambilan keputusan strategis dalam pengelolaan lembaga pendidikan tinggi. (Arum, R., & Shavit, Y. (2019). Pada aspek manajerial, filosofi pendidikan idealnya menjadi pedoman kebijakan pimpinan dalam pengambilan keputusan strategis. Filosofi pendidikan dan kebijakan manajerial, penting untuk memastikan kualitas pembelajaran yang optimal (Biggs, J., & Tang, C. (2011).

Selain itu, dalam manajemen lembaga pendidikan tinggi yang berbasis pada filosofi pendidikan yang inklusif, kebijakan manajerial juga akan lebih mengutamakan keberagaman dan aksesibilitas pendidikan bagi berbagai kalangan, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Hal ini menciptakan sebuah manajemen yang lebih responsif terhadap perubahan sosial dan kebutuhan pasar global.

  1. Penerapan Filosofi Pendidikan dalam Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah unsur utama dalam keberhasilan lembaga pendidikan tinggi. Komponem ini menjelaskan standar nasional yang harus diterapkan dalam pendidikan tinggi, dan filosofi pendidikan sebagai dasar pengelolaan SDM (Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia. (2019). Filosofi pendidikan yang diterapkan dalam manajemen lembaga pendidikan tinggi akan memengaruhi cara lembaga, mengelola dosen, staf, sistem penilaian kinerja dan pengembangan profesional.

Filosofi pendidikan sebagai strategi pengelolaan SDM, yang berbasis pada kolaborasi dan pembelajaran seumur hidup, akan mendorong lembaga untuk menyediakan program pelatihan berkelanjutan bagi dosen agar mereka dapat terus mengembangkan kemampuan mengajar, riset, dan pelayanan kepada masyarakat. Manajemen lembaga pendidikan tinggi harus menyediakan fasilitas dan mekanisme yang mendukung pengembangan karir dan profesionalisme dosen serta staf pengajar.

  1. Filosofi Pendidikan dan Manajemen dalam Konteks Globalisasi

Di tengah arus globalisasi, lembaga pendidikan tinggi dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan cepat di dunia pendidikan dan pasar tenaga kerja. Hemsley melihat bahwa filosofi pendidikan tinggi, memengaruhi strategi manajerial dalam konteks pemasaran universitas, termasuk pembentukan identitas dan tujuan pendidikan (Hemsley-Brown, J., & Oplatka, I. (2015). Filosofi pendidikan berbasis pada fleksibilitas dan inovasi dapat menjadi kunci untuk menyongsong tantangan global ini.

Manajemen lembaga pendidikan tinggi, dalam hal ini, perlu merancang program pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan di bidangnya, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis, kemampuan beradaptasi, dan sikap kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Oleh karena itu, filosofi pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kewirausahaan, global citizenship, dan teknologi sangat penting dalam manajemen lembaga pendidikan tinggi.

Penutup

Filosofi pendidikan dan manajemen lembaga pendidikan tinggi dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Filosofi pendidikan memberikan arah yang jelas dalam merumuskan tujuan dan proses pendidikan, sementara manajemen lembaga pendidikan tinggi berfungsi untuk memastikan bahwa tujuan tersebut tercapai dengan efektif dan efisien. Dengan memahami keterkaitan antara keduanya, lembaga pendidikan tinggi dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan intelektual dan karakter mahasiswa, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

Daftar Rujukan

Arum, R., & Shavit, Y. (2019). The changing role of higher education: Global perspectives. Oxford University Press.

Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for quality learning at university. McGraw-Hill Education.

Gunter, H., & Forrester, G. (2016). Educational leadership and management: Developing and enhancing the learning environment. Sage Publications.

Hemsley-Brown, J., & Oplatka, I. (2015). University branding: A strategic approach to higher education marketing. Journal of Marketing for Higher Education, 25(1), 1-19.

Kettunen, J. (2020). Management in higher education: The role of leadership and strategy. Springer.

Trowler, P. (2014). Leadership and management in higher education: Developing learning environments that work. Routledge.

Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia. (2019). Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Peters, M. A., & Besley, A. C. (2006). The philosophy of education: An introduction. Blackwell Publishing.

Kettunen, J. (2020). Management in higher education: The role of leadership and strategy. Springer.

Trowler, P., & Knight, P. (2000). Organisational culture and change in higher education: A case study. Higher Education, 39(3), 281-300.

Penulis

Dr. Andi Markarma, M. Pd.

(Kaprodi S2 Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Datokarama Palu)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments